Welcome to Borneo Community Global

Selasa, 14 September 2010

Sejarah Kota Palangkaraya


Tidak banyak kota di Idonesia yang benar-benar dibangun dari nol setelah kemerdekaan. Di antara yang sedikit itu, Palangkaraya salah satunya. Empat puluh sembilan tahun lalu, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini dibangun di kawasan hutan belantara. Ketika hutan dibuka... muncullah Palangkaraya.
Tahun 1959, Palangkaraya betul-betul masih berupa hutan, dipenuhi pepohonan besar," kata sesepuh masyarakat Kalimantan Tengah Sabran Achmad di Palangkaraya, Kamis (20/7). Palangkaraya tumbuh sebagai kota yang kian berkembang. Relatif cepat. Akhir Juli 2005, setahun lalu misalnya, hanya ada sekitar sepuluh kafe dan warung tenda berjejer di ruas trotoar sepanjang 30 meter di Jalan Yos Sudarso. Suasana malam di sekitar bundaran besar Palangkaraya belum begitu semarak.
Makin banyaknya warung tenda tersebut tak lepas dari makin panjangnya pemasangan cor beton di trotoar jalan yang mengarah ke kawasan Universitas Palangkaraya. Tersedianya ruang publik telah menghilangkan kesan Palangkaraya mati di malam hari.

Rabu, 21 Juli 2010

desaku tercinta


Tarantang adalah  nama desa asalku. Aku dilahirkan dan dibesarkan disini. Desa ini terletak diantara dua desa yaitu desa sei Kapar dan Lamunti. Tarantang adalah bagian dari kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Walaupun desa ini tergolong desa tertinggal karena belum ada PLN, tetapi jalan-jalan sudah diaspal. Desa ini walapun kecil, tetapi ada keajaiban yaitu ada SLTPnya. Bagi saya SLTP di desa saya ini adalah suatu anugerah Tuhan buat semua anak-anak sekolah di sana. Dengan adanya SLPT di desa saya ini, maka saya bisa menlanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.